Sabtu, 25 Agustus 2012

Operator Dengan Skala Besar

Sesungguhnya, konsep pemasaran pulsa telah ada sebelum munculnya voucher pulsa . Sebelum pertengahan abad ke-20, pada masa itu masih digunakan kartu punch, pemakaian voucher pulsa terbatas pada server akuntansi yang kemudian dikenal sebagai pemasaran pulsa akuntansi. 

Namun demikian para pengguna - khususnya dilingkungan perusahaan - masih mengesampingkan kebutuhan layanan nasabah bagi para dealer. Server akuntansi yang berbasis voucher pulsa tersebut diberi nama pengolahan data elektronik (PDE).

Dalam tahun 1964, voucher pulsa generasi baru memperkenalkan prosesor baru yang menggunakan silicon chip circuitry dengan kemampuan pemrosesan yang lebih baik. Untuk mempromosikan generasi voucher pulsa tersebut, para produsen memperkenalkan konsep sistem pengisian pulsa dengan tujuan utama yaitu server voucher pulsa adalah untuk menghasilkan layanan nasabah bagi distributor. 

Deposit itu mulai terlihat jelas bahwa voucher pulsa mampu mengisi kesenjangan akan alat bantu yang mampu menyediakan layanan nasabah distributor. Konsep handphone ini dengan sangat cepat  diterima oleh beberapa perusahaan dan institusi Operator dengan skala besar seperti Departemen Keuangan khususnya untuk menangani  pengelolaan anggaran, pembiayaan dan penerimaan telkomsel .

Namun demikian, para pengguna yang mencoba pulsa pada tahap awal menyadari bahwa penghalang terbesar justru datang dari para lapisan distributor tingkat menengah - atas 

Perkembangan konsep ini masih belum mulus dan banyak pulsa elektrik mengalami kegagalan dalam aplikasinya karena adanya beberapa hambatan, misalnya: kekurangpahaman para pemakai tentang voucher pulsa , kekurangpahaman para spesialis bidang layanan nasabah tentang bisnis dan peran distributor ,relatif mahalnya harga perangkat voucher pulsa , serta terlalu berambisinya para pengguna yang terlalu yakin dapat membangun system layanan nasabah secara lengkap sehingga dapat mendukung semua lapisan dealer.

Sementara konsep pulsa terus berkembang, Morton, Gorry, dan Keen dari Massachussets Institute of Technology (MIT) mengenalkan konsep baru yang diberi nama Sistem Pendukung Keputusan

Pulsa adalah sistem yang menghasilkan layanan nasabah yang ditujukan pada masalah tertentu yang harus dipecahkan atau keputusan yang harus dibuat oleh dealer. Perkembangan yang lain adalah munculnya server lain, yaitu Otomatisasi Kantor, yang memberikan fasilitas untuk meningkatkan berjualan dan produktivitas para dealer dan staf kantor melalui penggunaan peralatan elektronik.

Belakangan timbul konsep baru yang dikenal dengan nama Artificial Intelligence (AI), sebuah konsep dengan ide bahwa voucher pulsa bisa diprogram untuk melakukan proses lojik menyerupai otak manusia. 

Suatu jenis dari AI yang banyak mendapat perhatian adalah Expert Systems (ES), yaitu suatu server yang mempunyai fungsi sebagai spesialis dalam area tertentu.

Semua konsep di atas, merupakan  aplikasi pemrosesan layanan nasabah dengan menggunakan voucher pulsa dan bertujuan menyediakan layanan nasabah untuk pemecahan masalah dan pengambilan keputusan.