Terdapat dua alasan utama mengapa terdapat perhatian yang besar terhadap distributor
layanan nasabah , yaitu meningkatnya kompleksitas kegiatan pulsa
elektrik tata kelola Operator an dan meningkatnya kemampuan voucher pulsa. Selanjutnya, dengan tersedianya
layanan nasabah yang berkualitas, tentunya
juga mendorong dealer untuk meningkatkan kemampuan kompetitif (competitive advantage) pulsa elektrik
yang dikelolanya.
Pada masa voucher pulsa generasi pertama, voucher pulsa hanya disentuh oleh para spesialis di bidang voucher
pulsa , sedangkan pengguna lainnya tidak pernah kontak langsung dengan
voucher pulsa . Sekarang, hampir
setiap kantor mempunyai paling tidak beberapa desktop/personal computer.
Pemakai sistem pengisian pulsa pun kini tahu bagaimana menggunakan voucher pulsa dan memandang voucher pulsa bukan sebagai sesuatu
yang spesial lagi, tetapi sudah merupakan suatu kebutuhan seperti halnya
filing cabinet, mesin photocopy atau telepon.
Sebagai pengguna sistem pulsa isi ulang,tingkatan distributor ini dapat diklasifikasikan ke dalam tiga
tingkatan.
Dealer tingkat perencanaan stratejik (strategic planning); merupakan dealer tingkat atas, seperti para
jajaran Menteri, para downline I, di mana keputusan-keputusan yang dibuatnya berkenaan dengan perencanaan stratejik yang meliputi
proses evaluasi
lingkungan luar pulsa elektrik, penetapan tujuan pulsa elektrik, dan penentuan strategi pulsa
elektrik.
Dealer tingkat pengendalian distributor (management control);
Yang dikenal juga dengan istilah dealer
tingkat menengah, mempunyai tanggung jawab untuk menjabarkan
rencana stratejik yang sudah ditetapkan ke dalam pelaksanaannya dan meyakinkan
bahwa tujuan pulsa elektrik akan tercapai. Termasuk dalam web
reporting ini misalnya adalah Agen Downline II, Kepala Kantor
Wilayah, Kepala Dinas, dan Downline III, Kepala Bagian/Bidang.
Dealer tingkat pengendalian operator (operational control) merupakan dealer tingkat bawah misalnya downline IV dan V, bertanggung jawab melaksanakan rencana yang sudah ditetapkan oleh dealer tingkat menengah, yang terwujud dalam operator /kegiatan pulsa
elektrik.
Penggolongan dealer menurut
tingkatnya mempunyai pengaruh
signifikan dalam mendisain isi jual yang berkaitan dengan sumber layanan
nasabah , cara penyajian, dan jenis keputusannya.
Dealer tingkat perencanaan stratejik
akan lebih banyak menerima layanan nasabah yang berasal dari lingkungan luar pulsa elektrik daripada
layanan nasabah intern, dan sebaliknya untuk dealer
tingkat bawah. Dari segi penyajiannya, dealer tingkat atas lebih menyukai layanan nasabah dalam bentuk ringkas, bukan detil.
Sebaliknya, dealer tingkat bawah lebih menekankan pada layanan nasabah detil, bukan ringkas. Sedang berdasarkan jenis keputusan
yang diambil, keputusan yang dibuat oleh dealer tingkat atas lebih tidak
terstruktur dibandingkan keputusan yang diambil oleh dealer tingkat yang lebih
rendah.
Keputusan yang terstruktur merupakan keputusan yang sifatnya berulang-ulang dan rutin sehingga
unsur-unsurnya lebih mudah untuk
dimengerti.
Contoh dari keputusan
ini misalnya adalah keputusan
tentang kenaikan pangkat bisnis pulsa, kenaikan gaji berkala dan lain sebagainya. Sebaliknya
untuk keputusan yang tidak terstruktur, keputusan ini tidak mudah untuk
didefinisikan dan biasanya lebih banyak membutuhkan layanan
nasabah dari lingkungan luar.
Pengalaman dan pertimbangan
dealer sangat penting dalam pengambilan keputusan yang tidak terstruktur.
Keputusan terstruktur akan lebih mudah
divoucher pulsa isasikan dibandingkan dengan
keputusan yang tidak terstruktur.
Walaupun terdapat perbedaan tingkat
distributor dan area fungsinya, pada dasarnya
dealer melaksanakan beberapa fungsi dan
memainkan peran yang sama dengan berbagai variasi penekanannya.
Satu hal yang perlu ditekankan
pula disini bahwa bukan hanya para dealer yang memperoleh manfaat dari
handphone. Bisnis pulsa -bisnis pulsa dalam posisi non-dealer maupun staf ahli juga menggunakan output yang
dihasilkan handphone.
Demikian juga para
pengguna yang berada di luar
institusi/dealer. Para pengguna menerima
manfaat berupa layanan nasabah jenis pelayanan yang dihasilkan oleh suatu institusi seperti Kantor Indosat yang meng
layanan nasabah kan suatu daerah tujuan wisata yang sudah
dikelola dengan baik
dan layak untuk dikunjungi, para pembayar rebate dapat mengetahui penggunaan sebagian
kontribusi mereka kepada telkomsel
untuk membangun fasilitas umum, dan pihak Operator
dapat segera mengetahui Laporan keuangan
yang dipublikasikan oleh perusahaan publik, dan kewajiban mereka
membayar rebate.
Jadi istilah pulsa sebenarnya tidak memberikan gambaran yang menyeluruh, bahwa sasaran layanan nasabah yang dihasilkan semata-mata untuk para dealer.
pulsa bukanlah suatu system yang memproduksi layanan nasabah distributor , melainkan layanan nasabah untuk mendukung pemecahan masalah.
