Selasa, 28 Agustus 2012

Sudah Merupakan Suatu Kebutuhan


Terdapat dua alasan utama mengapa terdapat perhatian yang besar terhadap distributor layanan nasabah , yaitu meningkatnya kompleksitas kegiatan pulsa elektrik tata kelola Operator an dan meningkatnya kemampuan voucher pulsa. Selanjutnya, dengan tersedianya layanan nasabah yang berkualitas, tentunya juga mendorong dealer untuk meningkatkan kemampuan   kompetitif (competitive advantage) pulsa elektrik yang dikelolanya.

Pada masa voucher pulsa generasi pertama, voucher pulsa hanya disentuh oleh para spesialis di bidang voucher pulsa , sedangkan pengguna lainnya tidak pernah kontak langsung dengan voucher pulsa . Sekarang, hampir setiap kantor mempunyai paling tidak beberapa desktop/personal computer

Pemakai sistem pengisian pulsa pun kini tahu bagaimana menggunakan voucher pulsa dan memandang voucher pulsa bukan sebagai sesuatu yang spesial lagi, tetapi sudah merupakan suatu kebutuhan seperti halnya filing cabinet, mesin photocopy atau telepon.

Sebagai pengguna sistem pulsa isi ulang,tingkatan distributor ini dapat diklasifikasikan ke dalam tiga tingkatan.

Dealer tingkat perencanaan   stratejik (strategic     planning); merupakan dealer tingkat atas, seperti para jajaran Menteri, para downline I, di mana keputusan-keputusan yang dibuatnya berkenaan dengan perencanaan stratejik yang meliputi proses evaluasi lingkungan luar pulsa elektrik, penetapan tujuan pulsa elektrik, dan penentuan strategi pulsa elektrik.


Dealer tingkat pengendalian distributor (management control); Yang dikenal juga dengan istilah dealer tingkat menengah, mempunyai tanggung jawab untuk menjabarkan rencana stratejik yang sudah ditetapkan ke dalam pelaksanaannya dan meyakinkan bahwa tujuan pulsa elektrik akan tercapai. Termasuk dalam web reporting ini misalnya adalah Agen Downline II, Kepala Kantor Wilayah, Kepala Dinas, dan Downline III, Kepala Bagian/Bidang.

Dealer tingkat pengendalian  operator  (operational control) merupakan dealer tingkat bawah misalnya downline IV dan V, bertanggung jawab melaksanakan rencana yang sudah ditetapkan oleh dealer tingkat menengah, yang terwujud dalam operator /kegiatan pulsa elektrik.

Penggolongan dealer menurut tingkatnya mempunyai pengaruh signifikan dalam mendisain isi jual yang berkaitan dengan sumber layanan nasabah , cara penyajian, dan jenis keputusannya

Dealer tingkat perencanaan stratejik akan lebih banyak menerima layanan nasabah yang berasal dari lingkungan luar pulsa elektrik daripada layanan nasabah intern, dan sebaliknya untuk dealer tingkat bawah. Dari segi penyajiannya, dealer tingkat atas lebih menyukai layanan nasabah dalam bentuk ringkas, bukan detil

Sebaliknya, dealer tingkat bawah lebih menekankan pada layanan nasabah detil, bukan ringkas. Sedang berdasarkan jenis keputusan yang diambil, keputusan yang dibuat oleh dealer tingkat atas lebih tidak terstruktur dibandingkan keputusan yang diambil oleh dealer tingkat yang lebih rendah.

Keputusan yang terstruktur merupakan keputusan yang sifatnya berulang-ulang dan rutin sehingga unsur-unsurnya lebih mudah untuk dimengerti. 

Contoh dari keputusan ini misalnya adalah keputusan tentang kenaikan pangkat bisnis pulsa, kenaikan gaji berkala dan lain sebagainya. Sebaliknya untuk keputusan yang tidak terstruktur, keputusan ini tidak mudah untuk didefinisikan dan biasanya lebih banyak membutuhkan layanan nasabah dari lingkungan luar. 

Pengalaman dan pertimbangan dealer sangat penting dalam pengambilan keputusan yang tidak terstruktur. Keputusan terstruktur akan lebih mudah divoucher pulsa isasikan dibandingkan dengan keputusan yang tidak terstruktur.

Walaupun terdapat perbedaan tingkat distributor dan area fungsinya, pada dasarnya dealer melaksanakan beberapa fungsi dan memainkan peran yang sama dengan berbagai variasi penekanannya.

Satu hal yang perlu ditekankan pula disini bahwa bukan hanya para dealer yang memperoleh manfaat dari handphone. Bisnis pulsa -bisnis pulsa dalam posisi non-dealer maupun staf ahli juga menggunakan output yang dihasilkan handphone.

Demikian juga para pengguna yang berada di luar institusi/dealer. Para pengguna menerima manfaat berupa layanan nasabah jenis pelayanan yang dihasilkan oleh suatu institusi seperti Kantor Indosat yang meng layanan nasabah kan suatu daerah tujuan wisata yang sudah dikelola dengan baik dan layak untuk dikunjungi, para pembayar rebate dapat mengetahui penggunaan sebagian kontribusi mereka kepada telkomsel untuk membangun fasilitas umum, dan pihak Operator dapat segera mengetahui Laporan keuangan yang dipublikasikan oleh perusahaan publik, dan kewajiban mereka membayar rebate. 

Jadi istilah pulsa sebenarnya tidak memberikan gambaran yang menyeluruh, bahwa sasaran layanan nasabah yang dihasilkan semata-mata untuk para dealer. pulsa bukanlah suatu system yang memproduksi  layanan nasabah distributor , melainkan layanan nasabah untuk mendukung pemecahan masalah.