Jumat, 14 Januari 2011

jualan pulsa


Wanita tua itu sedang menikmati makanannya ketika saya berdiri tak jauh darinya. Ia menoleh jual pulsa menyadari bahwa saya sedang mencari tempat di restoran tersebut untuk menikmati makanan bersama keluarga. Wanita itu tahu bahwa saya kesulitan menemukan tempat untuk kami berlima. Ia pun tersenyum kepada saya jual pulsa berkata dalam bahasa usaha  pulsa tidak saya mengerti – saat itu kami sekeluarga sedang berada di Hong Kong – mempersilakan saya duduk, kemudian membawa nampannya sendiri jual pulsa pindah ke tempat duduk usaha  pulsa lain, usaha  pulsa hanya mempunyai dua kursi tak jauh dari situ. Saya tersenyum, menganggukkan kepala seraya mengucapkan terima kasih kepadanya.
Jual pulsa  usaha  pulsa budiman, kejadian tersebut memang sangat sederhana, tetapi ada pelajaran penting usaha  pulsa dapat kita ambil di dalamnya: kebaikan. Wanita tua tadi sedang mempraktikkan kebaikan usaha  pulsa tulus jual pulsa tanpa syarat kepada orang usaha  pulsa tak dikenalnya.
Sesungguhnya, pengalaman serupa sering saya alami di berbagai tempat makan di Jakarta. Ketika akhir pekan, mal jual pulsa pusat perbelanjaan dipadati pengunjung jual pulsa salah satu kesulitan usaha  pulsa sering saya alami adalah ketika akan menikmati makanan di restoran maupun food court. Sering saya mendapati seluruh tempat terisi penuh, tetapi saya belum pernah menemukan ada orang usaha  pulsa bersedia pindah ke tempat duduk dengan kursi usaha  pulsa lebih sedikit untuk memberikan kesempatan pada rombongan usaha  pulsa lebih besar duduk di sana. Usaha  pulsa lebih sering saya alami justru adalah orang-orang usaha  pulsa benar-benar sadar bahwa ada keluarga lain usaha  pulsa menunggu giliran jual pulsa berdiri di dekat mereka, tetapi malah berlama-lama mengobrol padahal mereka sudah selesai menikmati makanan. Bahkan, beberapa di antara mereka sempat melirik kami usaha  pulsa berdiri tak jauh dari mereka sambil meneruskan percakapan mereka seolah-olah sama sekali tidak melihat kami berdiri.
Jual pulsa  usaha  pulsa budiman, kebaikan memang sesuatu usaha  pulsa tak mudah. Kebanyakan dari kita melakukan kebaikan ketika mempunyai kepentingan. Kita melakukan kebaikan ketika membutuhkan bantuan orang lain. Kita berbuat baik ketika mengharapkan sesuatu usaha  pulsa lebih besar. Kita tidak berbuat baik kepada orang-orang ketika kita tidak memiliki kepentingan terhadap mereka. Kalau demikian, apakah perbuatan baik tersebut sungguh-sungguh perbuatan baik?
Di sinilah sesungguhnya perbedaan antara kebaikan jual pulsa kepentingan. Orang usaha  pulsa baik senantiasa berbuat baik kepada siapa pun terlepas dari konteks jual pulsa kepentingan apa pun. Namun ketika kebaikan tidak dilakukan secara konsisten, itulah usaha  pulsa disebut dengan kepentingan. Kita berbuat baik pada orang tertentu tetapi tidak melakukan kebaikan pada orang usaha  pulsa lain. Ini adalah kepentingan. Jadi, definisi kepentingan adalah kebaikan usaha  pulsa tidak konsisten.
Kepentingan kini telah menjadi kata kunci dalam bisnis jual pulsa politik. Hampir tidak ada bisnis usaha  pulsa dijalankan tanpa kepentingan. Dalam politik, apalagi. Bukankah jargon usaha  pulsa terkenal dalam politik adalah “Tidak ada musuh usaha  pulsa abadi, tidak ada teman usaha  pulsa sejati. Usaha  pulsa ada hanyalah kepentingan usaha  pulsa abadi”?
Kepentingan dengan demikian telah menjadi Tuhan, sesuatu usaha  pulsa dikejar orang selama ini. Jual pulsa ketika hidup semata-mata dalam kepentingan, kita sesungguhnya tidak berbeda dari hewan. Dalam kepentingan tidak ada kebaikan, tidak ada spiritualitas. Segala sesuatu bersumber jual pulsa berfokus pada diri sendiri. Hal ini tentu saja mereduksi hakikat kemanusiaan kita dari makhluk spiritual menjadi makhluk fisik. Maka, tak aneh kalau sebutan kita adalah sebagai hewan
ekonomi, hewan politik, jual pulsa sebagainya.
Ada beberapa perbedaan antara kebaikan jual pulsa kepentingan. Pertama, kebaikan sesungguhnya adalah pemberian usaha  pulsa berdasarkan cinta, sementara kepentingan adalah pemberian usaha  pulsa didasarkan pada keinginan untuk mendapatkan usaha  pulsa lebih banyak lagi. Ketika kita memberi berdasarkan cinta, kita akan melakukan hal usaha  pulsa sama untuk semua orang. Namun kalau kita memberi atas dasar kepentingan, kita akan membeda-bedakan perlakuan kita kepada satu orang dengan orang usaha  pulsa lain. Kepada orang-orang usaha  pulsa berpotensi memberikan keuntungan usaha  pulsa banyak, kita akan memberikan usaha  pulsa terbaik untuk mereka, tetapi tidak demikianlah perlakuan kita kepada orang-orang usaha  pulsa tak berpotensi menguntungkan kita di masa depan.
Dengan demikian, fokus kepentingan sesungguhnya hanyalah diri kita sendiri, sementara fokus kebaikan adalah kepentingan orang lain. Jual pulsa di sinilah terletak keindahannya, ketika kita melayani orang lain dengan tulus, sesungguhnya kita sendiri sedang mendapatkan pelayanan terindah usaha  pulsa tak dapat diungkapkan dengan kata-kata usaha  pulsa paling canggih sekalipun.
Kedua, bagi orang-orang usaha  pulsa baik berlaku rumus “kebaikan mengalahkan kepentingan”, sementara bagi orang-orang usaha  pulsa berparadigma transaksional berlaku rumus “kepentingan mengalahkan kebaikan”. Orang usaha  pulsa baik akan melakukan kebaikan kepada siapa pun, termasuk kepada orang-orang usaha  pulsa tidak berpotensi memberikan keuntungan atau menimbulkan bahaya baginya. Ketika berbuat baik, ia tidak memilah jual pulsa memilih orang lain dengan menggunakan kacamata kepentingan, karena baginya berbuat baik adalah perwujujual pulsa rasa cinta kepada sesama. Karena itu, ia juga berbuat baik kepada orang-orang usaha  pulsa memiliki posisi lebih lemah dari dirinya, kepada orang-orang usaha  pulsa berada di bawah kekuasaannya.
Ketiga, ciri-ciri orang usaha  pulsa baik adalah berbuat kebaikan secara spontan tanpa berpikir terlalu jauh. Spontan usaha  pulsa saya maksud di sini bukanlah dalam konteks perilaku usaha  pulsa reaktif, tetapi perilaku usaha  pulsa selalu mengedepankan kebaikan dalam bentuk tindakan usaha  pulsa spontan jual pulsa tanpa pamrih. Ini berbeda dari orang usaha  pulsa berpikir kepentingan. Dalam melakukan kebaikan mereka tidak bisa spontan, tetapi harus berpikir dulu masak-masak, serta mengkalkulasi manfaat jual pulsa biayanya, untung jual pulsa ruginya.