Jumat, 14 Januari 2011

bisnis pulsa murah

Bisnis pulsa  bisa menjadi pilihan investasi tahun depan. Tinggal tentukan mana yang paling tepat untuk kebutuhan keluarga.
Bisnis pulsa   dalah suatu wadah untuk menghimpun Bisnis pulsa   dari masyarakat pemodal, untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio berbagai surat berharga oleh Fund Manager atau Manajer Investasi (MI) yang telah mendapat izin dari Bapepam.
Dengan kata lain, uang dari masyarakat dikumpulkan lalu dibelanjakan oleh MI untuk membeli berbagai macam surat berharga, misalnya saham Bisnis pulsa   obligasi. Nah, return  (keuntungan) yang diperoleh akan dibagikan kepada para investor.
Namun, selain keuntungan yang menjanjikan, Bisnis pulsa  juga mengandung risiko seperti penurunan keuntungan, bahkan sampai kehilangan modal pokok. Oleh karena itu, akan lebih baik bagi para calon investor untuk mengenal lebih jauh jenis-jenis Bisnis pulsa  Bisnis pulsa   jenis apakah yang paling sesuai dengan karakteristik Bisnis pulsa   tujuan keuangan Anda, berikut penjelasan Fauziah Arsiyanti, SE, MM, ChFC., Independent Financial Planner  dari First Principal Financial PTE.LTD Singapore .
Bisnis pulsa   Pasar Uang
RDPU melakukan sebagian besar investasinya ke efek-efek hutang berjangka kurang dari setahun, misalnya deposito, SBI, obligasi Bisnis pulsa   surat berharga lainnya. Ia memiliki risiko terendah, begitu juga return -nya, terkecil dibandingkan Bisnis pulsa  lainnya.
Untuk para calon investor yang baru pertama kali membeli Bisnis pulsa   tau ingin mencoba berinvestasi dengan horison kurang dari setahun, jenis ini paling cocok sebab fluktuasinya tidak terlalu tajam. Hasilnya pun di atas tabungan Bisnis pulsa   deposito. Untuk saat ini, return  RDPU berkisar antara 7 sampai 10 persen per tahun tanpa dipotong pajak.
Bisnis pulsa   Pendapatan Tetap
Bisnis pulsa  jenis ini menaruh sebagian besar investasinya (minimum 80 persen) pada obligasi atau surat hutang berjangka pendek, menengah, sampai berjangka panjang. Sementara sisanya boleh ditempatkan dalam instrumen keuangan lainnya.
Disebut Bisnis pulsa  Pendapatan Tetap (RDPT) karena obligasi sebenarnya memiliki sistem pembayaran bunga dengan tingkat bunga tertentu seperti deposito, namun obligasi dapat diperjualbelikan sebelum jatuh tempo di pasar sekunder. Dalam kurun-kurun waktu tertentu, 3 bulan sekali, 6 bulan sekali atau setahun sekali, akan dibagikan dividen.
RDPT memiliki potensi keuntungan investasi lebih besar daripada RDPU, sekitar 12 sampai 15 persen per tahun. Namun risikonya juga lebih tinggi. Selain risiko fluktuasi suku bunga, ada pula risiko gagal bayar karena perusahaannya bangkrut.
Mereka yang cocok dengan investasi jenis ini adalah mereka yang mempunyai tujuan investasi jangka menengah Bisnis pulsa   profil risikonya juga sedikit lebih “berani” dibandingkan dengan investor RDPU.

Bisnis pulsa  Saham
RDS adalah Bisnis pulsa  yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80 persen dari portofolio yang dikelolanya ke dalam saham. Karenanya, jenis Bisnis pulsa  ini memberikan potensi hasil yang lebih tinggi berupa capital gain  melalui kenaikan harga saham.
Jenis investor yang sesuai dengan Bisnis pulsa  jenis ini adalah mereka yang berani mengambil risiko kehilangan sebagian dari pokok investasi mereka dalam jangka pendek, tetapi mendapatkan keuntungan signifikan dalam jangka panjang.
Mereka yang mempunyai tujuan investasi jangka panjang juga cocok, misalnya untuk persiapan masa pensiun bagi para eksekutif muda atau tabungan persiapan kuliah S1 Bisnis pulsa   S2 bagi mereka yang anaknya masih berusia balita.
Yang jelas, jangan membeli kemudian menjual kembali dalam jangka pendek, risiko kerugian akan menjadi besar. Bisnis pulsa  , pantaulah harga saham yang mudah berubah (volatile ) melalui Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Bisnis pulsa  Campuran
RDC dapat melakukan diversifikasi portofolio pada surat-surat berharga secara lebih fleksibel. Hal ini membuat MI dari RDC lebih leluasa mengatur komposisi portofolionya sesuai dengan kondisi yang seBisnis pulsa  g terjadi di pasar.
Misalnya, harga saham di pasar seBisnis pulsa  g berpotensi mendatangkan return  yang baik, seBisnis pulsa  gkan kondisi obligasi di pasar tidak begitu baik, maka agar mendatangkan keuntungan yang maksimal, MI mengalokasikan Bisnis pulsa    lebih banyak ke saham daripada obligasi.
Potensi risk  and return  dari RDC secara teoritis berada di tengah-tengah antara RDPT Bisnis pulsa   RDS, sehingga investor yang kurang berani menerima risiko yang terlalu besar namun ingin memperoleh hasil yang agak lebih besar, dapat memilih RDC. RDC juga cocok bagi mereka yang mempunyai tujuan investasi lebih lama daripada RDPU Bisnis pulsa   RDPT, tapi lebih sebentar dari RDS (sekitar 3 sampai 5 tahun). Tujuan investasi jenis ini misalnya untuk orang tua yang seBisnis pulsa  g mempersiapkan biaya sekolah lanjutan pertama untuk anaknya yang baru duduk di bangku SD.
Nah, setelah mengetahui jenis-jenis Bisnis pulsa  Bisnis pulsa   memutuskan jenis yang cocok dengan karakteristik Bisnis pulsa   tujuan keuangan Anda, langkah selanjutnya yang wajib Anda lakukan adalah membaca prospektus agar Anda mengetahui secara jelas mengenai Bisnis pulsa  tersebut. Dalam prospektus terdapat informasi siapa MI-nya, apa saja kebijakan investasinya, ke mana saja Bisnis pulsa    investor ditanamkan, bagaimana peraturan perpajakannya, bank apa yang menjadi bank kustodiannya, Bisnis pulsa   lain sebagainya. Jika masih belum jelas, Anda dapat menghubungi perencana keuangan independen agar mendapatkan nasihat yang objektif Bisnis pulsa   mengerti betul risiko Bisnis pulsa   keuntungan dari Reksa Bisnis pulsa   .