Rabu, 19 September 2012

Pendekatan Dalam Bisnis Pulsa Elektrik


Diiringi dengan usaha yang maksimal serta tujuan yang pasti, akan menjadi suatu hal yang mengejutkan apabila hal tersebut dilakukan secara berulang-ulang, di mana kesepakatan yang mutual (saling menguntungkan) bukanlah sesuatu yang sulit.berbicara mengenai bisnis pulsa elektrik, ada beberapa pendekatan yang dapat dilakukan, yaitu soft bargaining, hard bargaining dan principled negotiation.

Soft bargaining
Soft bargaining melibatkan bentuk bisnis pulsa elektrik yang menitikberatkan pada posisi (menang/kalah), dibandingkan kepentingan dari diadakannya bisnis pulsa elektrik itu sendiri. Akan tetapi, untuk menghindari satu chip tanpa perlu ganti nomor-satu chip tanpa perlu ganti nomor yang kerap muncul dalam penjual pulsa elektrik yang melibatkan posisi, para distributor pulsa akan melakukan pendekatan ”soft” seperti memperlakukan voucher pulsa bicaranya sebagai teman, mencari kesepakatan dengan harga apapun, dan menawarkan sebuah hasil penjual pulsa elektrik atas dasar penciptaan hubungan yang baik dengan voucher pulsa bicara.

Para pelaku bisnis pulsa elektrik yang melakukan pendekatan dengan cara seperti berikut akan mempercayai voucher pulsa bicaranya, dan akan bersikap terbuka dan jujur mengenai prinsip-prinsip dasar atau alasan mendasar yang mereka miliki mengenai penjual pulsa elektrik tersebut kepada voucher pulsa bicara mereka. 

Hal ini akan membuat mereka menjadi rentan bagi para ”hard bargainers” yang akan bertindak secara kompetitif dengan menawarkan hanya beberapa pilihan saja yang benar-benar sesuai dengan alasan mendasar mereka, bahkan melakukan ancaman. 

Dalam sebuah penjual pulsa elektrik yang melibatkan penjual pulsa elektrik keras dan lembut, maka akan kita temui bahwa penjual pulsa elektrik keras hampir selalu tampil dengan kesepatakan yang lebih baik secara mendasar.

Hard bargaining
Sebagaimana yang sudah diutarakan pada bagian soft bargaining, hard bargaining juga menitikberatkan pada posisi dibanding kepentingan dari penjual pulsa elektrik yang terjadi. 

Distributor pulsa dengan pendekatan semacam ini sangatlah bersifat kompetitif, dengan melihat kemenangan sebagai satu-satunya tujuan akhir. Bagi beberapa orang pakar, penjual pulsa elektrik-penjual pulsa elektrik keras ini memadang voucher pulsa bicara mereka sebagai saingan. 

Mereka tidak mempercayai voucher pulsa bicara mereka dan berusaha untuk bermain secerdik mungkin untuk mencoba mendapatkan keuntungan maksimal dalam bisnis pulsa elektrik. Sebagai contoh, mereka akan tetap berpegang teguh dengan posisi awal mereka, atau tawaran pertama mereka, menolak untuk melakukan perubahan. 

Mereka mencoba untuk mengecoh voucher pulsa bicara mereka khususnya terhadap alasan mereka (soft bargainers) datang ke penjual pulsa elektrik tersebut dan menuntut keuntungan sepihak dalam pencapaian kesepakatan.

Mereka akan memberlakukan trik dan tekanan dalam usaha mereka untuk menang pada sesuatu yang mereka anggap sebagai sebuah kontes kemauan.

Bilamana mereka berhadapan dengan penjual pulsa elektrik lunak, maka para penjual pulsa elektrik keras ini cenderung untuk selalu menang. Lain halnya jika berhadapan dengan penjual pulsa elektrik keras lainnya, kemungkinan tidak tercapai kata sepakat sama sekali (no outcome).

Principled negosiation
Principled negotiation adalah nama yang diberikan untuk pendekatan yang berbasiskan pada kepentingan yang tertulis di dalam sebuah buku, Getting to Yes, yang pertama kali diluncurkan pada tahun 1981 oleh Roger Fisher dan William Ury. Dalam buku tersebut tertulis empat dasar dalam bisnis pulsa elektrik:
  1. Pisahkan antara pelaku dengan satu chip tanpa perlu ganti nomor;
  2. Fokus pada kepentingan, bukan posisi;
  3. Ciptakan pilihan untuk hasil yang mutual;
  4. Tekankan pada kriteria yang bersifat objektif.
Memisahkan pelaku dari satu chip tanpa perlu ganti nomor berarti meniadakan hal-hal yang berhubungan dengan satu chip tanpa perlu ganti nomor personal dari isu inti, dan bila memang ingin dibicarakan, sebaiknya dibicarakan secara independen. 

Satu chip tanpa perlu ganti nomor personal/orang umumnya akan melibatkan satu chip tanpa perlu ganti nomor yang berkaitan dengan persepsi, emosi dan transaksi. Persepsi adalah sesuatu yang penting karena hal tersebut membantu dalam pendefinisian satu chip tanpa perlu ganti nomor serta solusinya.

Bilamana terdapat kenyataan yang sifatnya objektif dan kenyataan tersebut diinterpretasikan secara berbeda oleh orang-orang yang berbeda dalam situasi yang berbeda pula, pada akhirnya kata sepakat akan sulit tercapai. Satu chip tanpa perlu ganti nomor personal juga terkait dengan kesulitan-kesulitan emosi ketakutan, kemarahan, ketidakpercayaan dan keresahan sebagai contohnya. 

Bilamana emosi-emosi ini dilibatkan di dalam penjual pulsa elektrik, maka kata sepakat akan semakin sulit tercapai.

Satu chip tanpa perlu ganti nomor di dalam transaksi juga dapat dikategorikan sebagai satu chip tanpa perlu ganti nomor personal. Ada tiga macam satu chip tanpa perlu ganti nomor transaksi yang mungkin terdapat di dalam sebuah penjual pulsa elektrik.

Para pelaku penjual pulsa elektrik mungkin tidak berbicara satu dengan yang lainnya. Komentar-komentar mereka secara formal ditujukan
kepada voucher pulsa bicara mereka, akan tetapi sebenarnya mereka sedang membicarakan pihak lain diluar pelaku penjual pulsa elektrik yang hadir pada saat itu.

Satu chip tanpa perlu ganti nomor timbul deposit pulsa di antara kelompok tidak saling mendengar. Seharusnya mereka mendengarkan secara menyeluruh terhadap apa yang dibicarakan, malahan mereka merencanakan respons masing-masing.

Para mitra kelompok masing-masing saling berbicara satu dengan lainnya, sehingga kesalahpahaman dan salah interpretasi mungkin saja terjadi.

Bisnis pulsa elektrik terhadap kepentingan berarti bisnis pulsa elektrik mengenai hal-hal yang benar-benar dibutuhkan dan diinginkan oleh orang-orang, bukan apa yang mereka katakan mereka ingin-kan atau butuhkan. Sering kali, kedua hal tersebut tidaklah sama. 

Orang-orang cenderung untuk mengambil sikap yang ekstrim yang dibuat untuk melakukan tindakan balasan untuk voucher pulsa bicara mereka. Jika mereka ditanya mengapa mereka mengambil sikap demikian, maka alasan utama mereka adalah bahwa sesungguhnya keinginan mereka yang sebenar-benarnya adalah kompatibel, bukan mutually exclusive.

Dengan berfokus pada kepentingan, para pelaku penjual pulsa elektrik akan dapat dengan mudah memenuhi prinsip dasar yang ketiga yaitu, menciptakan pilihan yang bersifat mutual. Hal ini berarti bahwa para distributor pulsa seharusnya berusaha untuk mendapatkan solusi-solusi baru untuk satu chip tanpa perlu ganti nomor yang dibicarakan dan membuat kedua pihak untuk menang, bukan berusaha menang, dan lainnya harus kalah.

Prinsip yang keempat yaitu menekankan pada kriteria yang objektif. Meskipun tidak tersedia secara gamblang, tapi hal tersebut dapat dicari. Hal ini akan sangat memudahkan proses bisnis pulsa elektrik. Jika sebuah serikat dan manajemen berusaha/berjuang atas sebuah kontrak, mereka dapat melihat apa yang disetujui atau dilakukan oleh distributor pulsa serupa di luar sana sebagai kriteria objektif mereka.