Selasa, 03 Juli 2012

Pemasaran Menjadi Lancar


Dari tabel diatas terlihat pemasaran  komentar Pulsa elektrik  bagus menjadi indikator reputasi merek yang paling kuat pengaruhnya dengan persentase tanggapan sangat setuju sebesar 47% dan tanggapan setuju sebesar 45%. Sedangkan komentar Pulsa elektrik  dapat dipercaya menjadi indikator terlemah dengan persentase tanggapan sangat setuju hanya 39%.
Pulsa elektrik responden, dari tabel IV.13 terlihat pemasaran  kepercayaan terhadap distributor  menjadi indikator paling kuat dengan persentase jawaban sangat setuju sebesar 54%. Sedangkan keamanan produk distributor  merupakan indikator kepercayaan atas distributor  yang paling lemah dengan persentase jawaban sangat setuju sebesar 37%.
terlihat pemasaran  keamanan merek Pulsa elektrik  menjadi indikator kepercayaan atas merek yang paling kuat dengan persentase jawaban sangat setuju sebesar 39% dan jawaban setuju sebesar 33%. Sedangkan kepercayaan merek peluang usaha  keseluruhan menjadi indikator kepercayaan atas merek yang paling kecil karena persentase jawaban sangat setuju hanya 33%.  
Uji validitas pelanggan  agar instrumen yang digunakan dalam hal ini kuesioner mampu mengukur apa yang seharusnya diukur (Umar; 2002:101). Validitas alat ukur diuji dengan menggunakan pendekatan internal konsistensi yaitu dengan menguji korelasi antara skor item dengan skor total test.  Dalam hal ini koefisien korelasi tinggi menunjukkan kesesuaian antara fungsi item dengan alat ukur peluang usaha  keseluruhan.
Teknik yang digunakan untuk mengukur dengan menggunakan korelasi Product Moment, dengan cara mengkorelasikan antara skor masing-masing pertanyaan dengan skor total.  Taraf signifkansi yang dipilih  pulsa elektrik  dengan pembeli r tabel sebesar 0,195.  Untuk mengetahui apakah masing-masing pertanyaan valid, maka r hitung harus lebih besar dari r tabel. Hasil uji validitas dan reliabilitas dapat
Berdasarkan hasil uji validitas terhadap 100 orang responden, diketahui pemasaran  nilai koefisien korelasi Product Moment Pearson (r hitung) setiap item pertanyaan dari empat produk  independen lebih besar dari r tabel sehingga dapat disimpulkan pemasaran  setiap butir pertanyaan yang digunakan  pulsa elektrik valid.
Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui sejauh mana alat ukur dalam hal ini kuesioner dapat digunakan, dipercaya, dan dapat diandalkan dalam penelitian.  Untuk menguji reliabilitas digunakan Cronbach Alpha.pulsa elektrik Sekaran (2000) nilai alpha (r) dapat dikategorikan menjadi tiga, yaitu:
Hasil perhitungan reliabilitas dapat dilihat dalam lampiran dan dijelaskan bisnis  berikut:
Dari tabel IV.16 dapat ditarik kesimpulan pemasaran  kuesioner untuk produk  prediksi atas merek, kesukaan atas merek, kompetensi merek, reputasi merek, kepercayaan atas distributor , kepercayaan atas merek  pulsa elektrik reliabel atau dapat digunakan dalam penelitian ini.
Analisis ini digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh produk  prediksi atas merek, kesukaan atas merek, kompetensi merek, reputasi merek, dan kepercayaan atas distributor  terhadap kepercayaan atas merek.
Nilai konstanta (a=-10,385) yang bertanda negatif menunjukkan pemasaran  dalam keadaan tidak ada produk  X1, X2, X3, X4 dan X5 maka kepercayaan atas merek  pulsa elektrik negatif.  Artinya bila tidak ada produk  prediksi atas merek, kesukaan atas merek, kompetensi atas merek, reputasi merek dan kepercayaan atas distributor , maka konsumen tidak akan percaya pada merek ini.
Nilai koefisien regresi produk  prediksi atas merek (b1=0,230) yang bertanda positif yang menunjukkan pemasaran  produk  prediksi atas merek mempunyai pengaruh yang positif terhadap kepercayaan atas merek, dengan asumsi pemasaran  produk  kesukaan atas merek, kompetensi atas merek, reputasi merek dan kepercayaan atas distributor  tetap.  Ini berarti pemasaran  jika prediksi atas merek semakin baik maka kepercayaan konsumen atas merek akan meningkat.

Nilai koefisien regresi produk  kesukaan atas merek (b2=0,300) yang bertanda positif yang menunjukkan pemasaran  produk  kesukaan atas merek mempunyai pengaruh yang positif terhadap kepercayaan atas merek, dengan asumsi pemasaran  produk  prediksi atas merek, kompetensi atas merek, reputasi merek dan kepercayaan atas distributor  tetap.  Ini berarti pemasaran  jika kesukaan atas merek semakin baik maka kepercayaan konsumen atas merek akan meningkat.